Penjabat Presiden Korea Selatan Han Duck-soo Dimakzulkan Parlemen

kwmedley – Parlemen Korea Selatan pada Jumat, 27 Desember 2024, memakzulkan Penjabat Presiden Han Duck-soo terkait pemberlakuan darurat militer awal bulan ini yang semakin memperdalam krisis politik di negara tersebut. Han Duck-soo, yang menjabat sebagai Perdana Menteri dan Penjabat Presiden setelah pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol, hanya bertahan kurang dari dua pekan dalam jabatannya.

Pemakzulan Han Duck-soo dipicu oleh penolakannya untuk mengangkat tiga hakim baru di Mahkamah Konstitusi yang akan menangani persidangan pemakzulan Yoon Suk Yeol. Partai oposisi utama di Korea Selatan mengajukan RUU untuk memakzulkan Han, yang kemudian disetujui oleh 192 dari 300 anggota parlemen.

Proses pemungutan suara di parlemen berlangsung dengan penuh kekacauan slot server kamboja. Anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa mengacungkan tinju dan meneriakkan “Penyalahgunaan kekuasaan” setelah Ketua Majelis Nasional Woo Won-shik menyatakan bahwa hanya mayoritas sederhana yang diperlukan untuk menyetujui pemakzulan Han. Mayoritas sederhana ini adalah ambang batas yang biasa digunakan untuk mencopot perdana menteri yang sedang menjabat, sementara untuk memakzulkan presiden diperlukan mayoritas dua pertig.

Han Duck-soo menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia menghormati keputusan tersebut dan akan menangguhkan tugasnya sesuai dengan hukum yang berlaku untuk menghindari kebingungan dan ketidakpastian lebih lanjut. Han juga membela keputusannya untuk tidak mengangkat hakim baru, menekankan pentingnya proses dan kesepakatan antara partai yang berkuasa dan oposisi sebelum pengangkatan dilakukan.

penjabat-presiden-korea-selatan-han-duck-soo-dimakzulkan-parlemen

Pemakzulan Han Duck-soo menambah ketidakpastian politik di Korea Selatan, yang telah dilanda kekacauan sejak Presiden Yoon Suk Yeol mengeluarkan dekrit darurat militer pada 3 Desember 2024 yang hanya berlangsung selama enam jam dan memicu protes massal7. Setelah pemakzulan Han, Menteri Keuangan dan Wakil Perdana Menteri, Choi Sang-mok, kini menjabat sebagai Penjabat Presiden.

Mahkamah Konstitusi Korea Selatan memiliki waktu hingga enam bulan untuk memutuskan apakah akan mengukuhkan atau menolak pemakzulan Han. Saat ini, Mahkamah Konstitusi hanya memiliki enam hakim dari sembilan yang seharusnya, karena penundaan dalam mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh hakim yang pensiun.

Pemakzulan Han Duck-soo menandai babak baru dalam krisis politik Korea Selatan, dengan ketidakpastian yang terus berlanjut dan tantangan yang dihadapi oleh pemerintahan sementara.

Korea Selatan Mengungguli Jepang untuk Memuncaki Grup B di Kejuaraan Piala Asia U-23 2024

kwmedley.com – Dalam pertunjukan sepak bola yang ditunggu-tunggu pada fase grup Kejuaraan Piala Asia U-23 2024, tim nasional Korea Selatan berhasil mengamankan kemenangan 1-0 yang vital melawan tim nasional Jepang. Triumf ini menandai mereka sebagai pemimpin Grup B, dan menetapkan pertemuan strategis dengan tim nasional Indonesia di babak perempatfinal.

Pertarungan Taktis di Qatar

Pertandingan yang berlangsung di Jassim Bin Hamad Stadium, Doha, menjadi ajang penentu posisi teratas Grup B. Kedua tim, yang telah memastikan kualifikasi ke babak berikutnya, bermain dengan kehati-hatian. Yu Hirakawa dari Jepang melakukan percobaan awal untuk menggoyahkan pertahanan Korea Selatan dengan tendangan dari luar kotak penalti yang gagal mencapai target. Baek Jong-Bum, penjaga gawang Korea Selatan, secara efektif menangani setiap ancaman, mempertahankan clean sheet bagi timnya.

Pertempuran Sengit Menuju Babak Kedua

Hong Yun-sang memberikan respons bagi Korea Selatan dengan upaya yang tidak membuahkan hasil sebelum akhir babak pertama, mencerminkan pertempuran sengit yang berujung tanpa gol dari kedua pihak.

Gol Penentuan dari Kim Min-woo

Setelah jeda, kebuntuan akhirnya dipecahkan oleh gol yang dicetak oleh Kim Min-woo di menit ke-75, yang berhasil memanfaatkan sepak pojok dengan sundulan kepala yang terarah.

Upaya Balasan Jepang

Jepang meningkatkan usaha mereka untuk menemukan gol penyeimbang, dengan Kein Sato melepaskan tendangan voli yang tidak menghasilkan gol. Upaya tersebut terus berlanjut hingga akhir pertandingan, termasuk kesempatan emas dari Sato yang sundulannya hanya mengenai tiang.

Pertahanan Kokoh Korea Selatan Mempertahankan Keunggulan

Korea Selatan menunjukkan kualitas bertahan yang tinggi, menjaga keunggulan mereka meskipun di bawah tekanan yang konstan dari Jepang. Kedisiplinan dan organisasi pertahanan mereka memainkan peran kunci dalam memastikan kemenangan.

Korea Selatan Bertemu Indonesia, Jepang Menghadapi Qatar

Dengan hasil ini, Korea Selatan akan menghadapi runner-up Grup A, Indonesia, yang akan menjadi lawan berikutnya di perempatfinal. Sementara itu, Jepang harus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dari tim tuan rumah dan juara Grup A, Qatar.

Korea Selatan berhasil mengatasi Jepang dalam pertandingan yang menentukan untuk memastikan posisi teratas di Grup B Piala Asia U-23 2024. Kemenangan ini menegaskan keberhasilan strategis mereka dalam turnamen dan menyiapkan panggung untuk pertandingan penting berikutnya melawan Indonesia, sementara Jepang bersiap untuk menghadapi Qatar dalam upaya mereka untuk melaju lebih jauh.